Rabu, 14 Februari 2018

Kisah 7 tahun lalu

Setiap malam kita menanam mimpi. Menenun ribuan harapan.
Perlahan.
Merajut untaian masa depan.

Kesalahan pabila ku masih inginkan engkau tuk lengkapi mimpiku.
Dosa pabila kuingin dikau lah harapan yg kupunya.

Sebab tujuh tahun lalu kita sama sama tau, bahwa kita tidak satu.
Aku saja yang sedemikian gila mendambamu tetap disisi
Sementara aku dengan enak berselir hati
Mematahkan kepercayaanmu
Melukai hatimu yang begitu agungkan aku.

Tidak. Tidak akan ada maaf lagi yang terucap dariku.
Itu sudah basi bagimu
Kata maaf tak sebanding dengan sakitnya engkau.
Yang lalu biar jadi pelajaran katamu kala itu.
"Jangan lagi kau ulangi pada setelahku. Tidak ada yg berhak patah lagi karnamu. Cukup aku." Perkataanmu buatku gila akan rasa bersalah.

"Kalau kau melakukan kesalahan tak apa. Manusia pernah khilaf begitupun engkau. Kukira kau bidadari, tapi setelah kesalahan ini ku baru sadar kau juga manusia." Candamu, sambil menghapus tangisku.

Bukannya berhenti aku malah terus menangis ingin memeluk tapi rasanya sudah tidak pantas.
Wanita pendosa sepertiku hanya buat kau sakit.

Bukan aku tidak menyesal akan dosa masa lalu. Aku hanya tak ingin bayangmu terus hantuiku.
Seperti saat ini.
Membuka luka lama yang sudah dijahit rapat rapat.