Senin, 29 Mei 2017

KANGEN RAFLY:(

Entah bagaimana kukatakan padamu bahwa terkadang rindu mencabik dadaku ditengah malam. Seperti sengaja menyiksa untuk terus katakan bahwa aku butuh kamu. Who am I? When aku tau diri bahwa kamu gak akan pernah cinta sama aku. Aku bisa apa sih?

Selain nangis sambil ngeredain rindu yang bergejolak. Aku kangen kamu. Please aku kangen. Pingin ketemu. Cuma ngeliat kamu senyum aja. Kamu gaperlu liat aku gapapa.

Apa salahku kalau rindu nyerangku dimalam begini tibatiba? Lagipun orang bilang rindu itu seperti cinta tak tau tempat tak tau waktu. Dan itu sangat menyiksa.

Cemburu

Lantas harus kunamakan apa rasa tidak senang melihat kau dengan wanita lain selain cemburu?
Tidakkah kau rasakan betapa hatiku sudah jatuh begitu dalam?
Terperangkap dalam pesona yang kau umbar tempo lalu?

Sabtu, 27 Mei 2017

Pernahkah?

Pernahkah kau menjalin hubungan yang begitu lama? Setahun? Dua tahun? atau mungkin lebih? Dan pernahkah pula pasanganmu memutuskan hubungan yang telah dijaga cukup lama? Dengan alasan yang tak bisa kau terima? Seperti bosan?

Kalau kau tidak pernah merasakan itu, kau adalah orang yang beruntung.

Sebab aku merasakannya. Dan perih. Kau tau? Kukira dua tahun memang membosankan baginya. Tapi kenyataannya sangat menyedihkan. Sebab, enam belas hari setelah dia berkata bosan dia -malah- menjalin hubungan dengan wanita lain.

Oke mungkin bosan yang ia cakap adalah bosan menjalin hubungan denganku (dan ingin mencoba menjalin hubungan dengan wanita lain). Tapi saat ia beralasan mengakhiri hubungan dengan kata bosan, pembicaraannya mengarah bahwa dia bosan menjalin hubungan, lelah dicemburui wanita, tak ingin kehidupannya diganggu dengan makhluk bernama wanita.

Tapi kenyataannya mengapa begini? Dulu, aku adalah wanita yang begitu menggilainya. Mendambakan cintanya, Lima bulan kuperjuangkan itu semua. Dia butuh waktu lima bulan untuk membalas cintaku. Tapi aku tak apa. Itu bukan hal yang sulit. Dan kalau kau berpikir aku murahan (karena mengejar seorang lakilaki) terserah kalian. Toh aku memperjuangkan cintaku, pun dia bukan milik siapa siapa. Kalau ada yg harus dibilang murah, dia adalah perempuan yang menjalin hubungan enam belas hari setelah aku dan dia mengakhiri hubungan. Bukankah perempuan itu memperjuangkan priaku? Apa kata yang lebih pantas untuk seorang perempuan yang merebut kekasih orang lain selain murahan?

Oya, bodohnya aku adalah aku menyadari priaku selingkuh setelah setahun kemudian. Hehe. Menyakitkan sih. Soalnya dia mengakhiri hubungan kita dengan alasan bosan. Seolah olah aku perempuan membosankan, seolah aku yang jahat hingga dia menyerah pergi. Tapi kenyataannya bukan begitu. Astaga, percayalah aku sama sekali tidak membosankan. Kalau kau butuh saksi tanya saja mantanku selain pria itu. Jadi sebelum dia memutuskanku, perempuan itu mendekati priaku. Berhubung saat itu kami sedang renggang karena kesibukan sekolah, (dengan bangsatnya) priaku malah nyaman sama perempuan murahan itu. Dia tau priaku sudah punya pasangan, tapi dia pikir dia bisa memperjuangkan cintanya. Be like semua orang boleh dan harus memperjuangkan cintanya. Jangan iba padaku, jangan mengutuk perempuan itu. Iba lah pada perempuan itu, ternyata lebih menyedihkan dari apa yang harus kuhadapi. Astaga, apa tidak menyedihkan hidupnya sampai hati merebut kekasih orang lain?

Yah sampai dipuncaknya, kurang lebih skenarionya adalah mereka saling menyayangi dibelakangku. Lantas perempuan itu menyuruh priaku mengakhiri hubungan denganku agar mereka dapat menjalin hubungan. Yah setelahnya seperti yang kuceritakan diawal cerita. Setelah berhasil mengakhiri hubungan denganku dia buat jeda agar seolah penjahatnya adalah aku. Agar dia dan perempuan itu tak dapat disalahkan. Seperti sengaja diatur agar aku yang paling jahat padahal aku yang paling menyedihkan. Tapi aku tidak semenyedihkan itu sih. Kan udah setahun berlalu.

Aku sedih. Aku perih. Tapi aku tau, dia bukan pria baik. Aku tak perlu membuang waktuku bertahun tahun lagi untuk bersama pria sepertinya. Yang dengan jahatnya selingkuh dan merencanakan sedemikian rupa. Jangan mengasihaniku. Aku menceritakan hal ini bukan untuk dikasihani, aku tak perlu simpati pun empati.

Aku hanya ingin kalian belajar sesuatu. Bersyukurlah pada pasanganmu yang masih setia disampingmu. Ucapkan terimakasih padanya karena belum membuat kecewa hingga sekarang. Dan yang paling penting, saling menghargailah kalian hingga hanya Tuhan yang boleh merenggut kebahagiaan itu. Jangan orang ketiga seperti ceritaku di masalalu.

Salam dariku,
Yang pernah diselingkuhi.

Kamis, 25 Mei 2017

Caption Instagram Rafa

Kalau bagimu hal tersulit mencintai adalah menunggu balasan cintanya,
Bagiku tidak begitu.
Menunggumu membalas cintaku bukan hal sulit.
Yang sulit bagiku adalah sudah pantaskah aku jika nanti kau sudah membalas cintaku.

Aku tidak ingin meninggalkanmu.
Menyerah pada hal yang belum sepenuhnya kuperjuangkan.
Hanya saja aku tau diri untuk tidak melampaui batasan.
Jika kau belum bersedia membalas cinta itu,
Aku akan senang hati menunggu sambil memantaskan diri disampingmu nanti.

Aku siapa?

Ini ceritaku beberapa tahun silam.

Aku jatuh cinta pada seorang laki laki yang (entah bagaimana) aku lupa atas dasar apa dan atas alasan apa. Aku mendambanya, berharap sempat miliki dia walau hanya satu hari. Yang kemudian (kita) hampir dekat tapi tiba tiba dia menyatakan cinta pada gadis lain (didepanku).

Darinya aku belajar patah hati. Bagaimana bisa aku tidak merasa patah saat hatiku memilih dia tapi dia jelas menyatakan cinta pada gadis lain didepanku. Astaga siapa yang bisa sekuat itu untuk tidak patah hati?

Dari patah hati aku belajar banyak hal. Aku tidak terlahir dari keluarga yang berada. Tidak terlahir untuk hura hura. Jadi untuk marah (pada mereka) memangnya aku siapa? Untuk membeli cinta laki laki itupun aku tak mampu. Aku hanya gadis menyedihkan yang berharap terlalu banyak pada laki laki yang terlahir dari keluarga berada. Aku terlalu percaya diri akan mendapat hati dan raganya. Aku lupa kalau ternyata aku bukan siapa siapa.

Aku harus marah. Tapi tak bisa ku marah pada mereka. Dan apa yang kulakukan setelahnya? Aku menulis. Dari menulis aku belajar sesuatu. Bahwa terkadang satu satunya cara memeluk perih adalah menulis. Dan melampiaskan patah hati, amarah, dendam, dan sakitku adalah menulis. Aku bebas mengutuk tanpa menyakiti perasaan siapapun. Aku bebas berserapah sambil menangis tanpa orang lain harus tau.

Dan inilah aku. Mencintai menulis berkat patah hati pertamaku. Dan aku akan terus menulis berkat patah hati patah hati baru yang ditinggalkan seseorang dimasalalu dan di masa yang akan datang.

Malam lalu, dia membagikan foto bersama pacar barunya. Mesra. Mengoyak hatiku dengan kasar. Menyadarkan bagaimana bodohnya aku (pernah) mengharapkan laki laki seperti dia. Wanitanya sekarang terlahir dari keluarga berada. Malamnya dihabiskan di club untuk hura hura. Liburannya jauh harus terbang dengan pesawat.

Bagaimana bisa? Aku yang hanya biji padi berharap pada mutiara putih yang dikeluarkan kerang? Astaga..
Aku bukan levelnya.
Makanku hanya diwarung padang sederhana minumku cukup susu dingin.
Bukan seperti levelnya yang makannya dicaffe berbintang minumnya bir dari club malam.

Kami berbeda dan aku baru menyadarinya.
Tapi siapa yang tahu dimasa yang akan datang dia adalah pegawai diperusahaanku? (Yang ini becanda) (lagipula who knows?)

Selasa, 16 Mei 2017

Kata sahabatku

Kenapa semesta begitu jahat Raf?
Menghukumku bertemu dengan pria sepertimu
Membuatku terjatuh begitu dalam sedang kau tidak
Seolah sengaja membiarkanku rasakan perih

Kalau saja bukan karna hari itu,
Mungkin aku takkan mengutuk waktu
Mungkin aku sedang bebas bahagia tanpa memikirkan segala resah
Ini salah waktu,
Atau salahmu?

Yang mengacuhkanku agar seolah terlihat semesta tengah menghukumku?

Raf.
Kemarin sahabatku bilang,
Bahwa kamu tidak akan mencintaiku
Dia bilang lupain kamu
Karna jatuh cinta denganmu hanya buang buang waktu
Takkan berujung katanya.

Dan untuk menghargai pedulinya
Kuaminkan segala ucapannya
Dia benar Raf,
Mencintaimu hanya membuang waktuku
Aku ingin melakukan apa yang sahabatku bilang
Tapi bagaimana caranya jika hati selalu butuh waktu?

Rabu, 03 Mei 2017

Aku Rindu Rafa.

Bagaimana mengatakannya padamu ya Rafa.
Aku rindu, tapi rasa rindu itu harus kudeskripsikan bagaimana agar kau tau ngilunya.
Aku ingin bertemu.
Agar rindu tak lagi menyanderaku seenaknya.
Agar kau ingin menjadi obat penenang kala rindu menjadi gila.

Bukan bermaksud mengaturmu tiap rindu menjelma sabu.
Aku hanya ingin kau tau,
Betapa sabarku menahan ngilu.
Sebab hadirmu selalu semu.
Jangankan untuk hadir didepanku,
Muncul dimimpiku saja kau seperti tak mau.