Rabu, 03 Juli 2024

Sejahat ini?

Aku memang terlahir dari badai
Aku tumbuh dari trauma
Bertambah usia dengan luka
Terbentuk dari kerasnya hidup

Kau berharap apa?
Percaya manusia saja sudah luar biasa
Kau berharap kebaikan dalam hatiku?
Sementara monster itu yang membuatku tetap hidup

Kenapa?
Kenapa setelah banyak luka yang ku ceritakan,
Ternyata tidak membuatmu paham?
Kenapa membawaku sejauh ini?
Salahku berharap dijadikan manusia
Salahku berharap dimengerti

Sekarang aku ditinggalkan
Karena bukan aku yg km inginkan
Katamu aku terlalu berpikiran negatif
Padahal mencintaimu aku belajar banyak hal baik

Lantas, bagaimana?
Bagaimana aku menjadi baik?
Sementara kamu yang jadi tolak ukur baikku,
Memperlakukanku sejahat ini?

Selasa, 28 Mei 2024

Al (4)

Kamu mau tau kenapa aku mati-matian ingin membuatmu bahagia?
Karena aku tidak tahu bentuk kebahagiaan itu seperti apa. Aku ingin melihatnya di hidupmu.
Sesekali aku melakukan kesalahan, mungkin banyak cara yang salah karena aku tidak tahu bagaimana cara menciptakan bahagia itu?

Aku ingin sekali membuatmu tersenyum, sebagaimana aku ingin senyum itu melunakkan kerasnya hatiku. Setahun sudah, aku menemukannya. Dengan seluruh alur hidup yang berantakan, kamu adalah secercah harapan untuk aku bisa merapikan dan membalut luka itu.

Lantas, bagaimana jika bukan kamu? Aku tidak yakin ingin terus hidup, sejak 7tahun lalu aku tidak punya tujuan. Mencintaimu anugerah indah yang membuatku ingin berumur panjang.

Sebelum bertemu devin, aku menantikan ajal datang. Menikmati setiap tahun semakin dekat dengan kematian. Aku merasa tidak ada hal yg bisa aku pertahankan di dunia ini. Bahagia tidak ku temukan, tujuan hidup tidak ada gambaran. Gamang tanpa harapan.

Kamu hadir jadi menumbuhkan keinginan aku terus melanjutkan hidupku, bertanggung jawab atas rasa bahagiamu. Meskipun berulang kali sikapmu menyakitiku tanpa ampun. Menghancurkanku hingga jadi kepingan tak berharga. Tapi hadirmu membuat aku punya keinginan untuk memperbaiki diriku, membuat tujuan hidup asal bersamamu. Aku mau, Al. Aku mau menua bersamamu.

Senin, 11 Maret 2024

Kepala

Isi kepalaku penuh.
Berisik tentang angan diluar nalar.
Kadang sesekali ingin berbincang padamu.
Soal isi kepala yang tidak tau mau ku taruh dimana.

Tapi nyatanya kamu ga suka ya.
Terlalu membuatmu semakin takut.
Padahal hanya untuk mengatakan bahwa ini resah yang membuatku tidak tidur semalam suntuk.

Kamu bilang, aku bisa cerita apapun.
Mungkin yang satu ini tidak termasuk.
Isi kepalaku berisik ya.
Ku hilangkan saja kepalaku deh.

Biar tidak menggangguku,
Apalagi mengganggumu.

Rabu, 06 Maret 2024

06/03

Malam ini sunyi.
Tapi riuh di kepalaku tidak terkendali.
Aku paham perihal kamu butuh teman,
Tapi aku butuh kamu.

Aku mati-matian membuat lengkung senyum di bibirmu,
Tapi kenapa balasmu melukai ego dan perasaanku?

Tidak pantaskah kata terimakasih untuk apa yang aku beri?
Tidakkah kau hargai setiap juang yang ku kasihi?
Tulusku kamu anggap apa?
Baikku tak juga berharga.

Aku paham soal risaumu.
Tapi sampai kapan aku mengerti kamu,
Sementara kusakiti diriku sendiri?

Rabu, 10 Januari 2024

10/1

Mungkin pada akhirnya gue emang harus berenti.
Berenti ngemis buat sekedar di anggap.
Gue sadar ko value gue udh setinggi apa,
Jd kalo pada akhirnya gue disepelein emg udh waktunya gue pergi.

Kalau gabisa bales perasaan, its oke.
Tapi ngebiarin gue ngerasa di sepelein no.

Gue udah gamau lagi nunggu kabar lu.
Gue gamau cerita apapun lagi.
Gue gamau bergantung lagi.
Gue gamau ngabisin hari hari gue buat di injek injek karna gue punya perasaan yang sebesar ini.

Gue bisa pergi,
Seperti yang lu mau.
Gue bisa berenti,
Seperti yang lu pinta.

Gue pamit.
Ternyata gue emg ga pernah cukup.
Even cuma sekedar di anggep penting.

Selanat berkelana, Tuan.

Senin, 01 Januari 2024

1/1

Tuhan,
Aku ingin mencintainya lebih lama lagi.
Lebih hebat lagi.
Dan jika pada akhirnya aku tetap kalah,
Maka biar amarah itu yang menghancurkan tiap kepingan rasa.
Maka biar muak yang memangkas seluruh kerinduan.

Aku ingin tetap menemanimu,
Bahkan jika harus berdarah setiap detik,
Harus dicabik setiap menit.
Kelak nanti,
Jika aku hancur, kamulah alasannya.
Jika aku mati, maka aku mati dengan rasa bersalahmu seumur hidup.

Aku akan tetap menemanimu.
Sampai aku muak,
Atau sampai aku memilih berhenti melanjutkan hidup.