Senin, 20 Agustus 2018

Patah Hati yang Terlupa

Aku pernah mencintaimu begitu pekat.
Lalu keadaan membuat kita sangat rekat.
Dan entah bagaimana kau pergi membuat sekat.
Melarangku untuk mengejarmu apalagi mendekat.

Sampai dihari ini,
Lucu sekali.
Betapa naif diriku yang dulu mendambamu.
Sedang kau mendamba puan yang lain.

Aku sampai lupa.
Kapan hari jadi kita.
Kapan hari saat kau meninggalkanku.
Memilih untuk mencintai yang kemudian menghianatimu.

Aku lupa.
Benar benar lupa.
Bagaimana rasanya mencintaimu saat itu.
Bagaimana air mataku tak kunjung kering,
Saat kau memutuskan pergi.

Aku masih lupa.
Atau barangkali tak akan teringat lagi.
Bagaimana nestapa yg kau cipta.
Hingga membuat luka.

Masalahnya,
Luka itu tak membuatku rapuh,
Justru malah menjadikanku pribadi tangguh.
Sampai sampai,
Ketangguhan itu menghilangkan rasa cinta dalam hatiku.
Menghapus kasih dalam benakku.
Menggilas rasa peduliku,
Hingga membunuh dua tiga orangpun,
Aku sudah mampu.

Senin, 13 Agustus 2018

Kami baik baik saja

Ya.
Kami baik baik saja.
Malam itu telah dijelaskan segalanya.
Aku mengerti,
Diapun memahami.
Segalanya telah jelas.

Aku yang perasa.
Dia yang memang abai.
Kami berdua sama sama salah.
Tapi tak apa,
Sekarang kami baik baik saja.

Aku tak lagi takut,
Perihal pemikirannya tentang apa kata orang.
Karna sekarang,
Aku percaya padanya,
Seperti dia percaya padaku.

Katanya,
Tak perlu dengar cakap yang lain
Bilang saja;
"Oh gitu ya? Oohh"
Candanya manis.

Aku tak akan lagi berpikir untuk pergi.
Aku tak akan lagi berpikir untuk menangisi.
Karna segalanya telah jelas,
Kami baik baik saja.

Kalau kami tak lagi bertegur sapa lewat chatting semata,
Bukan karna sedang bertengkar
Tapi memang tak ada lagi yg perlu dibicarakan.
Kan ku bilang, kami baik baik saja.

Ya,
Terlepas aturan keparat.
Atau teman yang lebih keparat.
Kami tidak peduli.
Karna mulai hari ini.
Kami akan selalu baik baik saja.

Minggu, 12 Agustus 2018

Sekarang Aku Mengerti

Maaf..
Lagi lagi hanya maaf yang kuucap.
Tapi percayalah,
Semalam membuatku mengerti segalanya.
Bahwa yang orang bilang perihal kamu yang baik adalah benar.

Aku yang tak baik.
Meniti prasangka yg belum tentu benar.
Kamu baik,
Orang lain yg menjadikanmu pion yg jahat.
Aku tidak peduli,
Jika kamu meminta merahasiakan segalanya.
Karna memang itu yang aku pinta,
Penjelasanmu.

Dengan begitu,
Aku tak perlu meniti prasangka.
Mencipta halusinasi jahat perihalmu
Mendatangkan tanda tanya,
Menerka kenapa kamu terlihat jahat dimataku,
Sedangkan dimata orang lain kau begitu suci, sempurna.

Sekarang, Shinta mengerti bang.
Amat mengerti.
Maaf atas segala prasangka,
Dan terimakasih penjelasan semalam.
Setelah ini, shinta akan selalu percaya sama abang.

Selasa, 07 Agustus 2018

Ternyata....

Saya yang terlalu perasa.
Juga anda yg selalu mengabaikan saya.
Saya pikir setelah semuanya,
Anda dan saya adalah kemungkinan.
Dengan ketakutan saya beberapa bulan lalu bahwa semuanya ada masanya.
Yang kemudian anda yakinkan bahwa kita pasti bertemu lagi.
Bahwa yg kemarin dibandara saat mengantarmu pulang ke kampung halaman adalah bukan yg terakhir.
Anda berniat untuk mengingkari?
Ah kenapa saya tidak terkejut ya.
Mungkin memang sudah digariskan begitu,
Banyak orang berjanji hanya untuk diingkari.

Sabtu, 04 Agustus 2018

Aku rindu, Bang.

Aku tak marah,
Meski seringkali kau buat resah.

Aku tak benci,
Meski seringkali kau abai.

Aku tak apa,
Bila kau tiada.

Aku tak murka,
Bila kau dan aku tak berjumpa.

Aku tidak baik baik saja.
Tapi tak mengapa.

Semoga kau sadar,
Bahwa aku sudah memperjuangkamu begitu besar.

Karna aku bukan meminta hatimu,
Aku hanya ingin beberapa jam untuk bertemu.
Sebab aku begitu rindu.
Hanya itu.

Bang, Shinta rindu sekali

Pelukan semalam hangat, bang.
Tidak pernah sebegininya Aku merindu ka devin,
Tapi denganmu,
Padahal aku bilang tak apa bila kau tak bisa bertemu.
Tapi kenapa semalam membuat kita bertemu?
Dengan peluk hangat selama itu.

Aku menangis bang.
Basah.
Terasa sekali dipundakmu yang nyaman.

Kau terus memelukku.
Membiarkan kulepas rindu yg menyiksa.
Erat sekali.
Lama.

Sampai akhirnya kamu menghilang.
Seolah fatamorgana,
Dan aku membuka mata.
Mimpinya terasa nyata bang.
Karna bantalku ikut basah
Dengan mata yg sembab.
Hidung yg memerah.
Dan perasan yang hancur.

Kamis, 02 Agustus 2018

Maaf

Maaf..
Maaf telah membuatmu berada diposisi rumit.
Memaksamu terus ada disisiku.
Dengan upayaku, dan utang budimu.

Aku tidak bermaksud.
Hanya saja aku ingin kau disini.
Temani sepi.
Tak harus memiliki.
Yang penting ragamu disini.

Sebut saja ini egois.
Aku tak marah,
Karna itu kenyataan.
Aku butuh hadirmu,
Peluk hangat penawar rindu.

Aku butuh kasihmu.
Penenang tangisku,
Disetiap malam keparat nun sendu,
Biru.

Buat apa

Beberapa jam lagi kita ada dikota yang sama
Hanya perlu 2400detik untuk bertemu

Tapi..
Buat apa kamu kesini?
Kalau kita tak bisa tersenyum bersama lagi?

Buat apa kamu pulang?
Sementara tak bisa mengobati rindu yg terus mengajak perang.

Buat apa..
Buat apa kita dikota yang berdekatan?
Tapi hadirmu, tak kudapatkan.

Buat apa?