Aku pernah mencintaimu begitu pekat.
Lalu keadaan membuat kita sangat rekat.
Dan entah bagaimana kau pergi membuat sekat.
Melarangku untuk mengejarmu apalagi mendekat.
Sampai dihari ini,
Lucu sekali.
Betapa naif diriku yang dulu mendambamu.
Sedang kau mendamba puan yang lain.
Aku sampai lupa.
Kapan hari jadi kita.
Kapan hari saat kau meninggalkanku.
Memilih untuk mencintai yang kemudian menghianatimu.
Aku lupa.
Benar benar lupa.
Bagaimana rasanya mencintaimu saat itu.
Bagaimana air mataku tak kunjung kering,
Saat kau memutuskan pergi.
Aku masih lupa.
Atau barangkali tak akan teringat lagi.
Bagaimana nestapa yg kau cipta.
Hingga membuat luka.
Masalahnya,
Luka itu tak membuatku rapuh,
Justru malah menjadikanku pribadi tangguh.
Sampai sampai,
Ketangguhan itu menghilangkan rasa cinta dalam hatiku.
Menghapus kasih dalam benakku.
Menggilas rasa peduliku,
Hingga membunuh dua tiga orangpun,
Aku sudah mampu.