Aku tidak menceritakan apapun padamu tentang hidupku sejak kecil. Aku tidak menceritakan bagaimana hubunganku dengan keluargaku. Aku hanyaa.. menunjukkan padamu bahwa aku harus mandiri, bukan karena ingin. Tapi karena harus. ketakutan bahwa tidak punya apa-apa akan diinjak oleh laki-laki. Ketakutan yang terlahir sejak aku berumur 8tahun. Aku tidak menceritakan karena aku tidak ingin kamu mengasihaniku. Itu adalah alasan kenapa aku mewarnai rambutku. Masalah yang tidak pernah aku ceritakan. Bahwa saat aku memutuskan mewarnai rambutku, itu adalah bentuk pemberontakan. Itu adalah langkah menunjukkan bahwa aku punya hak atas diriku sendiri. Bebas. Dan kamu tahu bahwa setelah hampir 2 tahun, aku punya banyak rencana bersamamu termasuk mimpi menua bersamamu. Hingga pintamu soal rambut gelap, aku sudah mengabuli inginmu saat itu. Tentu kamu ingat, saat-saat kamu belum meninggalkanku.
Kau tahu apa yang membuatku merasa kehilanganmu hingga saat ini? perlakuanmu. Yang terus membuat inner child-ku di manja. Sama kamu aku boleh ngeluh capek, dimana di "rumah" aku bahkan dilarang mengucap kata itu. Seberat apapun hariku, sekuat apapun aku melewati badai, aku dilarang mengucap kata itu. Bersama kamu, aku diijinkan. Bersama kamu, aku dapat pelukan menguatkan.
Apa kamu ingat, Ay? Kamu bilang kamu takut mengecewakanku, karena kamu menganggapku adalah teman sementara aku menaruh perasaan. Bagaimana tentang ciuman malam itu? dan malam-malam setelahnya? hampir 2 tahun. Teman tidak memagut bibir, Ay. Bagaimana soal mahar yang kau tanyakan pada pertemuan ke-3 kita? apakah tidak ada artinya bagimu untuk lanjut ke jenjang yang lebih dalam? Teman seperti apa yang bertanya soal Mahar, Ay? Dan kemudian, saat aku sakit kenapa tidak kamu biarkan saja? kenapa justru kamu paksa aku untuk makan hingga kamu dengan telaten menyuapiku makan malam itu? Jika kamu bilang bahwa aku berlebihan, coba tanya hatimu Ay. Dimana letak salahku menaruh harap dan seluruh perasaanku yang tersisa? 11 tahun aku lupain Amore dan kamu tau. Aku harus habiskan berapa belas tahun untuk melepasmu? Kenapa kamu membawaku 2tahun untuk sebuah rasa sakit? kenapa tidak biarkan waktunya habis dan kemudian aku melepasmu? kenapa kamu memilih pergi dengan mengatakan bahwa kamu sudah menemukan rumah yang saat itu hanya baru seminggu ketika aku tanpa kabar?
Kamu adalah alasan aku berani bermimpi, punya tujuan lagi setelah banyak hal. setelah setiap malam aku berdoa pada Tuhan untuk tidak bangun lagi. 8 tahun sebelum bertemu kamu, aku berharap kematian cepat datang. 8 tahun aku menunggu kematian itu sendiri, aku sudah rela masuk neraka. Ketimbang hidup tanpa alasan, tujuan, bahkan mimpi yang tidak boleh aku miliki. Andai kamu tau, bahwa saat itu aku meperjuangkanmu mati-matian karena aku ingin kembali merasa hidup dengan harapan. Dan kamu pergi bawa semua hal yang ga seharusnya kamu bawa pergi; Serpihan kecil harapan yang aku punya.
Sekarang, aku kembali meminta pada Tuhan untuk mendatangkan kematian lebih cepat. Aku tidak ingin hidup lagi, bahkan berkali-kali berpikir ingin mengakhiri hidup sendiri. Kenapa, Ay? Apa kurang yang aku beri? apa yang sudah aku lakukan hingga kamu nyakitin aku sebesar ini? Aku salah apa Ay sama kamu? Kamu bilang aku terlalu berpikir negatif? bagaimana tidak, Ay? setelah kamu berjanji bahwa kamu akan menceritakan padaku siapa perempuan yang dekat denganmu, aku menemukannya sendiri dari notif ponselmu. Cloudy namanya, memanggilmu sayang. menanyakan apa kau sudah pulang kerumah? Aku mengingatnya persis malam itu. Kau sedang bersamaku, dikamar yang sama. Saat kau mandi dan aku melihat notif itu karena layar ponselmu menyala terang ditengah gelap karena lampu kamu matikan. Mungkin kamu akan marah karena aku lancang melihat notifnya. jadi aku diam, dan membuat banyak pikiran buruk. Bagaimana jika selamanya aku bukan perempuan yang akan kau cintai tetapi hanya jadi perempuan yang bisa kau tiduri?
Aku rusak, iya. Aku kotor, iya. Tapi bukan itu yang membuatku tidak ingin melepasmu. Tapi sisa tenaga dan harapan yang aku punya, Ay. Aku menyerahkannya utuh untuk kamu, tidak ada yang tersisa. Aku sudah tidak punya tenaga untuk jatuh cinta. Bahkan jika harus menjalin hubungan, itu hanya sebatas transaksional. Tidak akan ada cinta, tidak akan ada harapan, tidak akan ada mimpi, bahkan bila perlu tidak ada saja. Berjodoh dengan maut seperti doa-doaku pada Tuhan.
Aku ingin menghukum kamu. Dengan mempublish jahatnya kamu memperlakukanku. Akan. Aku masih punya semua chat kita. Aku masih punya foto kebersamaan kita. Jika aku hancur, setidaknya perempuan yang dekat denganmu harus tahu bahwa ada perempuan yang terluka saat itu terjadi. Aku membayar segalanya dengan sangat mahal, Ay. Dan aku ingin kamu meminta maaf atas perlakuanmu. Bukan menyalahkanku karena aku yang membuat "kita" seperti ini. Aku ingin kamu menyesali segalanya. Bahwa membunuh harapan terakhir itu, melahirkan luka dan dendam yang tidak terhapus oleh waktu. Tapi oleh balasan. Agar kamu paham, bahwa aku mengajarimu untuk menjadi laki-laki yang tidak membunuh harapan hidup perempuan lain.