Selasa, 04 Februari 2020

Jika kamu kuat, Aku terlalu lemah

Radikalis boleh. Tapi jangan naif.
Harus realistis.
Kamu tidak tau betapa panjang sabarku
Tidak tau betapa rapuh harapku
Kalo waktu itu devin ga ada
Aku gamungkin bisa bertahan selama ini
Aku tidak punya obat
Aku melukai diriku lagi dan lagi
Mengubur mimpi jauh jauh hari
Percayaku pada orangtua sudah musnah
Harapku pada keadaan hilang begitu saja
Aku,
Harus menghancurkan mimpiku
Jauh sebelum aku berani bermimpi
Hidup kita tidak sama
Masalah kita berbeda
Jika kamu kuat,
Aku terlalu lemah

Tangisku saat itu sudah mengering
Mulutku terkunci nasib sial
Jangankan untuk makan,
Melanjutkan hidup pun sudah tak niat

Kamu tidak tau
Perjuanganku sampai titik ini
Dengan usia rentan bunuh diri
Harus sekarat tanpa obat

Kalau devin ga ada
Aku gatau bagaimana selanjutnya
Maka kumohon lain kali
Jangan sembarang berekspresi
Apalagi secara sengaja menyakiti orang lain

Pelarian

Maka aku ingin terus dalam pelarian.
Ketimbang kembali padamu dalam pelukan.
Kamu pernah menghancurkan benteng yang aku jaga sedemikian kukuh.
Tapi setelah semua rubuh,
Kamu pergi dan menjadikan semuanya tak lagi utuh.
Sekarang,
Pintamu perihal temu semakin buatku takut.
Menggila pada nafsu yang menuntut.
Tapi kau tau,
Bahwa kau tak lagi berhak menyentuhku.
Tidak lagi, setelah semuanya berlalu.
Karna kau, dan kita.
Sudah terkubur jauh jauh.
Dibunuh dalam pusara waktu.

Devin(4)

Kalau yang lain berjanji setia.
Bertahan hingga maut tiba,
Lantas pergi tanpa pamit.
Sampai aku terlalu kecewa,
Karna percaya.

Aku selalu berkoar bahwa itu luka
Kau penjahat karna buat aku kecewa.

Tapi devin,
Devin justru tidak pernah berjanji akan selalu ada
Dia tidak pernah menggores luka
Tidak juga membuat hatiku patah.
Beberapa kecewa pun,
Justru mengajarkan aku lebih kuat.
Bahwa waktu tak pernah sepaham pada pertemuan kita.
Maka dikecewakannya aku berkali kali.
Agar aku mengerti, kecewa adalah proses hidup.
Kita tidak bisa mengingkarinya.
Kalau tidak mau kecewa, jangan hidup.

Karna devin bukan berjanji ada lalu pergi seolah tidak ada apa apa.
Tapi devin mengajarkan aku bagaimana kecewa melekat dalam hidup kita.
Dikecewakan berkali kali,
Tapi aku masih bertahan
Karna aku tau itu pelajaran.
Bukan sekedar kenangan.

Kita

Kita bertemu dalam cerita patah hati
Hati yang terlalu keras
Hingga takdir membuatnya patah

Ceritamu penuh liku,
Takdirku begitu lucu.
Seringnya jalanmu penuh duri.
Dan hidupku kian sepi.

Maka ceritalah yang membuat kita utuh,
Bertemu dalam keadaan sama sama rapuh.
Waktu mengejar, memburu.
Ingin membunuh,
Kita yang bertahan dalam rawannya hidup berselimut sendu.

Devin(3)

Ih iya bagus suara devin. Ko keren sih kak. Kenapa sih devin ga ikut indonesian idol?

Pernyataan beserta pertanyaan yang dilontarkan. Pahamku? Tidak ada. Aku tidak tau kenapa harus tnbgb saat itu. Aku tidak tau kenapa dia tidak ikut indonesian idol. Aku tidak tau apakah dia pernah mencoba lalu gagal atau memang tidak pernah mencoba. Jawabannya mungkin memang takdir yang bekerja saat itu. Kalo devin ga di tnbgb aku gamungkin bisa sekuat ini. Karna ke swapnya devin yg tengil dan gabisa diatur itu yg bikin aku tau bahwa devin ga nyerah sampe situ. Dan karna aku b aja sm indonesian idol. Ga yg hectic abis. Atau jawaban lainnya devin lebih suka yg realistis aja. Band baginya ya sumber menyalurkan hobi sekaligus dapet komisi. Ga kaya televisi yang isinya penuh gimik buat sensasi. Pernah liat dilive ig nya pas ada yg tanya kenapa ka devin ga ikut indonesian idol jawabannya "belum tertarik. Tapi doain aja" Just that. Jadi gabisa pastiin kenapa dia gamau ikut indonesian idol. Lainnya lagi pas live ig dia pernah bilang "aku tuh gamau famous" Buat dia terkenal karna sensasi bukan dia bangetlah, dia akan sangat menghargai apabila yang dicintai suara dan karyanya. Karna ketika dia menua, rupanya bukan masalah. Ketika perilakunya menyimpang, tingkahnya bukan masalah. Karna karyanya akan tetap sama, abadi dalam peradaban.