Sabtu, 08 September 2018

Delapan September

Selamat malam idolaku.
Inspirasi sekaligus sumber kebahagiaanku.
Ini malam atau kemarin hatimu tak lagi baik baik saja kan?
Aku tak ingin lagi menangisi
Perihalmu yang kerap patah hati
Karna kupikir, dirimu yg bermain api
Hatimu keras sekali
Hingga bisa patah dan terlukai
Sudah kucoba tak peduli
Walau akhirnya aku ingin sekali mengobati.

Bagaimana sekarang?
Aku ingin sekali mengeringkan lukamu
Dalam diksi yang kutuang jadi puisi
Lewat doa doa pada semesta yang diaminkan langit malam
Melalui pucuk pucuk asa agar kau lebih kuat dari ini
Benar kata seseorang,
Kami tidak suka melihatmu menjadi lemah
Tapi pada akhirnya
Kau urus perkaramu sendiri,
lagi lagi bukan karna kutak peduli
Hanya sedikit memberimu ruang tuk renungi.

Aku, dia, kami, mereka
Hanya dapat mengaminkan satu hal
Semoga kau bahagia selalu.
Devin sanjaya atau dwi adji sanjaya.
Tak penting namamu.
Kau berada disisi kami
Dan bahagia untuk kami
Sudah cukup bagi devinisi.

Sabtu, 01 September 2018

Percayalah

Percayalah.
Bagaimana rasaku padamu itu sama persis seperti kepada si biru.
Sebatas mencari kebahagiaan.
Sebatas berhenti mengutuk keadaan.
Dengan si biru atau denganmu, Aku tidak lagi membenci dunia dan segala isinya.

Kalian berdua mungkin alasan Tuhan untuk ku tetap bertahan.
Aku hampir kehilangan semua harapku,
Sampai kalian datang dan memberi semua arti.
Aku pelan pelan memahami,
Bahwa setidaknya dunia tak seburuk itu.
Dan itu berkat kalian berdua.

Jika sikapku yang terlalu royal membuatmu berpikir bahwa itu adalah cinta,
Percayalah. Kau salah.

Karna apa yg kulakukan untukmu pasti akan kulakukan untuk si biru juga.
Meskipun dengan cara yang berbeda.
Percayalah,
Jika itu cinta,
Bagaimana bisa aku menyimpan rasa untuk dua orang yang berbeda? Pun bertolak belakang?
Tak satupun hati mampu terisi dua cinta.

Lagipula,
Kau tak tau kisah laluku.
Bahwa penghianatan dan kecewa telah menghancurkan rasa cinta dalam diriku.
Merubahku jadi mesin pembunuh tak berperasa manusia.
Sebab aku lupa rasanya di manusiakan oleh manusia.