Aku pernah bersungguh sungguh tapi mereka yg tidak bersungguh sungguh justru lebih berhasil ketimbang aku. Mengapa demikian? Apakah yang kurang? Usaha dan doa kuaminkan tiap waktu. Sedang mereka, sama sekali tak terlihat ke sungguhan nya. Bermalas malasan dan mencontek setiap saat. Tapi realitanya kini mereka yg berhasil. Tidakkah kalian merasa begitu? Aku yg berusaha, mereka yg berhasil. Kau tau bagaimana rasa sakitnya? Tidak ada karakter apapun yg sanggup mendeskripsikan rasa sakit itu. Lelah ku tanggung, kesehatanku dipertaruhkan. Tapi, semuanya berkhianat kau tau?
Dua kali aku patah, kecewa, terluka. Maka sejak saat itu, Kupatahkan kalimat "siapa yg bersungguh sungguh pasti akan berhasil". Kecewaku terlalu dalam untuk semua yg kulakukan. Hasilku menghianati proses!! Tidakkah kalian berpikir demikian? Apa kalian memang tidak pernah dikalahkan dengan mereka yg justru "tidak terlihat lebih" dimata kalian?
Ambil saja dalam kehidupan sehari-hari kita, contohnya nem atau nilai UN, berapa banyak mereka yg menikmati nilai tinggi tanpa berusaha? Maka masih inginkah kamu bersungguh-sungguh? Sementara dunia ini sudah tak menilai kesungguhan? Dunia ini butuh orang orang cerdik dan licik, Sayang. Bukan orang orang yang memiliki kesungguhan. Kesungguhan sudah tidak ada harganya lagi bagi semesta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar