Aku benar benar tidak mengerti. Entah kenapa tiba tiba engkau seperti pergi. Tapi tak menyisakan luka dan kerinduan disetiap pagi. Seolah melupakanmu sudah kulakoni dengan baik. Tak merinduimu telah kuhatamkan dengan sempurna.
Aku tidak lagi ingin kau. Mungkin benar perihal waktu membunuh rasa. Dada sudah tak mampu lagi menahan sesak. Hingga yang tersisa hanya ruang hampa. Tanpa cinta.
Lantas bagaimana caranya kubelajar membalas perasaan seseorang yang kian cintaiku sementara hatiku kau patahkan sedemikian rupa?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar