Pelukan semalam hangat, bang.
Tidak pernah sebegininya Aku merindu ka devin,
Tapi denganmu,
Padahal aku bilang tak apa bila kau tak bisa bertemu.
Tapi kenapa semalam membuat kita bertemu?
Dengan peluk hangat selama itu.
Aku menangis bang.
Basah.
Terasa sekali dipundakmu yang nyaman.
Kau terus memelukku.
Membiarkan kulepas rindu yg menyiksa.
Erat sekali.
Lama.
Sampai akhirnya kamu menghilang.
Seolah fatamorgana,
Dan aku membuka mata.
Mimpinya terasa nyata bang.
Karna bantalku ikut basah
Dengan mata yg sembab.
Hidung yg memerah.
Dan perasan yang hancur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar