Percayalah.
Bagaimana rasaku padamu itu sama persis seperti kepada si biru.
Sebatas mencari kebahagiaan.
Sebatas berhenti mengutuk keadaan.
Dengan si biru atau denganmu, Aku tidak lagi membenci dunia dan segala isinya.
Kalian berdua mungkin alasan Tuhan untuk ku tetap bertahan.
Aku hampir kehilangan semua harapku,
Sampai kalian datang dan memberi semua arti.
Aku pelan pelan memahami,
Bahwa setidaknya dunia tak seburuk itu.
Dan itu berkat kalian berdua.
Jika sikapku yang terlalu royal membuatmu berpikir bahwa itu adalah cinta,
Percayalah. Kau salah.
Karna apa yg kulakukan untukmu pasti akan kulakukan untuk si biru juga.
Meskipun dengan cara yang berbeda.
Percayalah,
Jika itu cinta,
Bagaimana bisa aku menyimpan rasa untuk dua orang yang berbeda? Pun bertolak belakang?
Tak satupun hati mampu terisi dua cinta.
Lagipula,
Kau tak tau kisah laluku.
Bahwa penghianatan dan kecewa telah menghancurkan rasa cinta dalam diriku.
Merubahku jadi mesin pembunuh tak berperasa manusia.
Sebab aku lupa rasanya di manusiakan oleh manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar