Aku ingin berhenti.
Tapi kutakbisa pungkiri,
Kau yang selama ini dihati.
Menyuburkan jiwa yg mati.
Aku tersesat, dalam gulita putusasa.
Dan kau ada, menghadirkan sepercik cahaya.
Menuntunku untuk bahagia.
Menyadarkan bahwa ini semua hanya sementara.
Hadirmu..
Lebih dari segudang lagu.
Pengobat luka beku membiru
Juga memar pada jiwaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar