Minggu, 15 September 2019

IDOL

I'm not kpop. Tp gue punya Idol yang berarti gue sudah jadi bagian fangirling. Entah itu band or boyband. Vocal group or solo. Gue sudah jadi bagian dr sebuah fans. Gue agak gerah sih soal orang orang yg berantem soal kpop. I mean, kpop said they aren't borrow ur money for their happiness. Bahkan mereka makan pun masi dikasi ortu mereka. Ga sampe minta makan sm lo. Ini bukan karna gue fangirl juga ya. Toh Idol gue org indonesiah asli. Hits jakarta pulak. But.. Cara kita membahagiakan diri itu beda beda. Kalo sampe bawa* Tuhan gue rasa lo naif sekali. Pernah ada beberapa haters yg bilang "lu menduakan Tuhan suka sm plastik" "Dasar pengikut dajjal" Dsb. Fyi, neraka kamipun bukan urusan kalian. Dan Surga pun belum tentu rumah kalian. Idol ada buat kita yg ngerasa lelah sm hidup yg bangun tidur kerja. Pulang kerja tidur. Bangun tidur kerja lagi and always have a routine lyke that. Kita cuma butuh bumbu buat bikin hari ga seboring itu. Bukan berarti memuja mereka layak dewa. Tuhan tetap satu, tapi bumbu hidup ga cukup asin. Atau ga cukup asem. Butuh banyak rasa biar sempurna. Dan kehadiran mereka buat pelengkap rasa itu jadi ada..

Dan mungkin,
Mungkin diluar sana.. Banyak banget yg putus harap. Putus asa sama kehidupan. Iman udah jauh. Ketemu Idol mereka jadi semangat lg buat hidup. Idolnya rajin ibadah, kita juga. Awalnya emg pengen keliatan sempurna. Tp lama lama jadi biasa rajin ibadah tanpa bolong berawal dari kehadiran mereka. Its not a sweet story. Its deep story.

Mereka menyelamatkan hidup banyak orang. Yang bahkan kalian yg koar koar ngatain fangirl itu nyembah setan atau apalah, pernah ga kalian nyelamatin orang yg hampir bunuh diri? Pernah ga kalian senangin mereka dengan motivasi? Kalian ga peduli. Kalian cuma tau menghakimi. Lo boleh ga suka. Gue pun begitu. Tapi untuk membenci. Kalian ga pantas sama sekali. Inget, cuma Tuhan hakim seadil-adilnya dimuka bumi. Kita sama sama numpang ya, jangan merasa besar kepala. Jangan merasa hidup kami kau yg punya. Toh jiwa kita milik Tuhan. Raga ini hanya sementara. Jd tolong, al Quran pun menjelaskan perihal menghargai sesama. Sesama makhluk dibumi, yang cuma numpang tinggal cuma-cuma.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar