Minggu, 12 Januari 2020

KITA SAMA SAMA PENDOSA.

Kamu berjilbab.
Berdalih banyak ayat.
Tapi bibirmu masih berisi gincu merah merona.

Kamu bercadar.
Menutup semua aurat.
Tapi harapmu masih pada manusia.

Kamu berwawasan pondok pesantren.
Memiliki segala ilmu tentang agama.
Tapi masih suka pacaran.
Padahal itu salah satu zina dalam agama.

Kamu bergamis.
Membuat semua terlihat hina.
Tapi kamu masih memposting dirimu disetiap media sosial.

Jangan hakimi rambut warnaku.
Jangan hakimi rok pendekku.
Jangan nasihati caraku bersikap.
Jangan anggap aku pelacur dengan cara berpakaianku.

Apalagi hakimi devinku.
Sebut dia tak punya tuhan.
Rambut warna, bertindik, dan mabok mabokan.

Kita sama sama manusia pendosa.
Dengan paradoks.
Atau tanpa kedok.

Yang berbeda kami tidak mengingkari bahwa kami sampah.
Dan kalian hanya berlian berisikan nanah.
Kita sama menjijikannya dengan cara masing masing, Sayang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar