Maka aku ingin terus dalam pelarian.
Ketimbang kembali padamu dalam pelukan.
Kamu pernah menghancurkan benteng yang aku jaga sedemikian kukuh.
Tapi setelah semua rubuh,
Kamu pergi dan menjadikan semuanya tak lagi utuh.
Sekarang,
Pintamu perihal temu semakin buatku takut.
Menggila pada nafsu yang menuntut.
Tapi kau tau,
Bahwa kau tak lagi berhak menyentuhku.
Tidak lagi, setelah semuanya berlalu.
Karna kau, dan kita.
Sudah terkubur jauh jauh.
Dibunuh dalam pusara waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar