Jumat, 21 Juli 2023

Goodbye, Mi Amore.

Halo, mi Amore.
Finally aku bisa nutup cerita tentangmu tahun ini. Since 2011, hampir 13tahun ternyata.

Aku selalu bilang, bahwa kubiarkan kamu membeku disana. Agar tidak mengganggu lalu-lalang lainnya. Agar tetap abadi, tanpa ada yang bisa mengusikmu ditempat yang ku sediakan khusus untukmu. Betapa setiap inci hatiku masi rindu kamu. Bahkan setelah aku tau bahwa kamu hanya menganggapku cerita lalu disaat aku yakin kamulah cinta pertamaku.

Semua cerita yang pernah kita cipta, semua jalan di tangerang yang menyimpan jejak kita, dua anak manusia yang pernah saling cinta. Bahkan setiap sudut Tangerang adalah saksi bisu bahwa kita pernah bersama selama itu.

Amore, entah dibunuh waktu atau orang yang baru kutemui aku tidak paham. Dua minggu lalu, kulihat status perempuanmu -yang tadinya temanku- memposting foto kalian berdua ternyata aku tidak apa-apa. Setelah sebelumnya ternyata sakit sekali. Kenapa harus dia? Temanku, yang kamu cinta? Dan kenapa harus dimulai ketika aku open house saat reuni? Kenapa seolah aku yang mengijinkan kalian berdua menjalin hubungan yang bahkan aku ga pernah tau sampai aku mencari tau? Aku hancur, Amore. Bahkan aku menjalin hubungan dengan orang lain, sementara yang ku mau menikahiku hanya kamu. Aku tidak pernah selesai denganmu, semua penutup sebelum 2020 masih menyiksaku. Masih kuhatamkan namamu erat dalam doaku. Masih kusebut kamu di setiap tangisku. Masih terpajang, fotomu, foto kita, di akun sosial mediaku, bahkan dikamar ku. Kamu tidak hanya abadi dalam hatiku, tapi juga hidupku. 

Tapi, Amore.
Setelah semua perasaan hebat yang mati di kamu. Aku merasakannya lagi pada laki-laki ini. Aku merasakan bahagia, khawatir, sedih, dan perasaan lain yang sebelumnya hambar jika bukan tentangmu. Lalu, perasaanku padamu, tentangmu, larut begitu saja. Aku tidak merasakan apapun, tidak ada lagi rasa sakit yang biasa kurasa ketika melihatmu dengan perempuanmu. Aku ikhlas melepasmu, setelah mati-matian aku mencari sembuh dan melupamu.

Akhirnya aku ikhlas, Amore.
Aku melepasmu, mengikhlaskan semua cerita terkubur pusara waktu.
Membiarkan hatiku benar-benar kosong,
Tak seperti biasa dengan namamu yang bersemayam tak tergantikan.

Ini akan jadi tulisan terakhirku perihalmu.
Kamu sudah dewasa, apapun pilihanmu aku tau itu terbaik untukmu.
Aku akan datang jika kamu jadi menikah dengannya,
Dengan seluruh perasaan ikhlas.
Dengan senyum bahagia menyaksikanmu sebagai teman,
Meskipun pernah ku impikan sebuah atap bersamamu.

Terimakasih untuk semua hal hebat yang pernah kamu ajarkan,
Semua hal baik yang selalu kamu tanamkan,
Semua cinta luar biasa yang pernah aku rasakan.

Goodbye, Mi Amore.
Always be kind and be happy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar