Kamis, 25 Januari 2018

Dua kehidupan

Aku punya dua kehidupan.
Kehidupan asli dan kehidupan lain. Kalau boleh aku hanya meminta kehidupan lain saja. Sebab rasanya kehidupan lain tidak mengenal kata luka. Hanya janji kebahagiaan disana. Aku bahagia. tidak melulu mengeluh emosi dan marah seperti kehidupan asli. Dikehidupan asli aku seperti pemberontak keadaan. Ingin segera mengakhiri hidup saja.

Dikehidupan lain aku ingin terus hidup. Tapi sebaliknya, kehidupan asliku membuatku muak dan ingin cepat kembali ke alam sana. Nerakapun tak apa. Sebab rasanya tempat ini jauh lebih buruk dari neraka.

Kalau hari itu aku tidak nekat pergi ke Jakarta dan bertemu banyak orang juga mendatangi sang idola. Mungkin keputusanku tentang kematian sudah bulat. Tapi aku masih menimbang bahwa dikehidupan lain aku ingin terus berjuang dan membiarkan kebahagiaan perlahan menghampiri hidupku.

Akan ada masanya aku akan pergi dari kehidupan asli. Hanya perlu 5 bulan untuk terus rasa derita. Nanti aku akan pergi menetap dikehidupan lain. Semoga Lima bulan berlalu dengan cepat. Kuharap begitu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar