Tidakkah kian hari kusemakin mengerti bahwa semua memang ada masanya? Sibuknya yg tak lagi bisa kupahami. Dan hidupku yg monoton kembali tanpa hadirnya. Ini agak memuakkan. Kadang, aku hanya minta dia berkabar disela sibuknya. Agar aku tau bahwa dia tidak melupakanku. Sesekali duakali tak apa.
Sejujurnya, trauma 1 tahun lalu masih tersisa. Aku takut jika akhirnya ada batas lagi diantara kita. Apalagi pembatas itu keparat yg sama saat dia membatasiku dgn devin. Aku takut. Kalau kalau km terpengaruh oleh mereka untuk mencipta jarak. Membuat tembok yg tinggi hingga kutaklagi bisa bersamamu. Aku lebih baik kehilanganmu karna kamu melupakan aku, ketimbang harus terpengaruh oleh "keparat" yg menjelekkan diriku agar kau menjauhiku.
Pesanku selalu sama;
Apapun yg kau dengar perihalku tolong tanyakan kembali padaku. Kamu tau aku tak akan membela diriku sendiri jika aku bersalah. Kamu tau aku tak akan bisa membohongimu. Karna tuhan menciptakan dua telinga agar kau bisa mendengar dari dua sisi berbeda. Sisanya bagaimana hati dan otakmu yg menilai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar