Jumat, 15 Juni 2018

Kehilangan

Ketika keadaan memojokan dan aku ingin berkeluh kesah, kenapa justru hadirmu alpa begitu lama?

Salahkah bila ku rindu kau yg selalu berucap maaf ketika lambat membalas pesanku? Salahkah bila ku rindu kau yg selalu berkeluh kesah padaku? Salahkah bila aku ingin kita selalu berkabar? Bukan menuntutmu menjadi apa yg ku mau. Hanya sedikit bukti untuk tau betapa berarti aku dihidupmu. Ini konyol. Bukankah aku tau bahwa itu semua kesalahan. Memperjuangkanmu itu sudah tugasku. Harusnya tak perlu meminta apapun. Aku saja yg memang bodoh berjuang dengan mengharap balas meski sekadar hadir dan kabarmu.

Kalau kau berubah. Biar aku yg menyerah. Karna memaksakan bukan tipeku. Aku membiarkan kamu mengalir menjalani hari tanpa ku bukan karna aku ingin dicari. Aku hanya tidak ingin lagi mengganggumu. Marah dan benci perihal kamu yg terus lambat membalas pesan. Perihal kamu yang semakin lama kian mendingin. Aku hanya ingin kau sendiri. Bebas tanpa perlu direcoki pengganggu sepertiku.

Bukankah semua orang juga tahu? Kamu yg cuek atau aku yang memilih pergi, ujungnya tetap aku yg merasa kehilangan. Hanya aku. Kehilanganmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar