Tapi riuh di kepalaku tidak terkendali.
Aku paham perihal kamu butuh teman,
Tapi aku butuh kamu.
Aku mati-matian membuat lengkung senyum di bibirmu,
Tapi kenapa balasmu melukai ego dan perasaanku?
Tidak pantaskah kata terimakasih untuk apa yang aku beri?
Tidakkah kau hargai setiap juang yang ku kasihi?
Tulusku kamu anggap apa?
Baikku tak juga berharga.
Aku paham soal risaumu.
Tapi sampai kapan aku mengerti kamu,
Sementara kusakiti diriku sendiri?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar