Karena aku tidak tahu bentuk kebahagiaan itu seperti apa. Aku ingin melihatnya di hidupmu.
Sesekali aku melakukan kesalahan, mungkin banyak cara yang salah karena aku tidak tahu bagaimana cara menciptakan bahagia itu?
Aku ingin sekali membuatmu tersenyum, sebagaimana aku ingin senyum itu melunakkan kerasnya hatiku. Setahun sudah, aku menemukannya. Dengan seluruh alur hidup yang berantakan, kamu adalah secercah harapan untuk aku bisa merapikan dan membalut luka itu.
Lantas, bagaimana jika bukan kamu? Aku tidak yakin ingin terus hidup, sejak 7tahun lalu aku tidak punya tujuan. Mencintaimu anugerah indah yang membuatku ingin berumur panjang.
Sebelum bertemu devin, aku menantikan ajal datang. Menikmati setiap tahun semakin dekat dengan kematian. Aku merasa tidak ada hal yg bisa aku pertahankan di dunia ini. Bahagia tidak ku temukan, tujuan hidup tidak ada gambaran. Gamang tanpa harapan.
Kamu hadir jadi menumbuhkan keinginan aku terus melanjutkan hidupku, bertanggung jawab atas rasa bahagiamu. Meskipun berulang kali sikapmu menyakitiku tanpa ampun. Menghancurkanku hingga jadi kepingan tak berharga. Tapi hadirmu membuat aku punya keinginan untuk memperbaiki diriku, membuat tujuan hidup asal bersamamu. Aku mau, Al. Aku mau menua bersamamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar