( Gue gabakal ngerebut dia dari pacarnya. Dia masa lalu gue. Hanya itu dan ga akan pernah berubah. Dia ga akan jadi masa kini apalagi masa depan.)
Aku menjadi dewasa dari proses yang melelahkan dan patah hati paling hebat. Hatiku yang lebih gemar mematahkan hati orang lain empat tahun lalu sudah mati. Tapi dari benih kedewasaan hatiku lahir kembali. Kalau tahun lalu ku bisa mengejar siapapun termasuk menggoda pacar orang, kali ini aku tidak ingin.
Aku berhenti untuk tidak merakit kenyamanan apalagi merajut kepercayaanku pada laki laki yang telah punya pacar. Pun lelaki itu juga menanam kenyamanan dihatinya, aku tidak boleh egois. Hubungannya yang sudah hampir tiga tahun takkan kuhancurkan. Hati wanita setia tidak boleh patah. Yang boleh patah hati hanya seseorang yang gemar mematahkan hati orang lain seperti aku di masa lalu.
Aku seperti ini hanya untuk mencegah segala kemungkinan. Jadi orang ketiga bukan jawaban atas segala yang terjadi dalam hidupku. Karna aku pernah berada diposisi wanitanya. Ketika prianya asik untuk terus berkomunikasi dengan wanita lain dan kenyamanan terajut, tidak ada lagi yang bisa dicegah. Tapi yang kulakukan saat itu justru terus memperjuangkannya. Sebab menyayangkan dua tahun yang telah kami pertahankan. Dua tahun tanpa beranjak dari masa lalu, aku sadar sesuatu. Memangnya apa yg bisa kutunjukkan bahwa aku mencintainya selain mengikhlaskan perselingkuhannya?
Aku diam bukan berarti aku kuat. Hatiku juga pasti patah. Dua tahun menjalani hubungan berarti aku tidak main main. Tapi aku menyayangkan, ketika aku memilih setia dan bertahan kenapa dia memilih mendua dan pergi?
Aku bahkan harus mengakhiri kisah ini sebelum aku memulainya. Tapi tidak ada sebuah hubungan yang harus dimulai sebab lelaki itu sudah punya pacar. Aku, pemurka sebuah kebiadaban dari perselingkuhan takkan pernah merusak hubungan orang lain hanya untuk balas dendam masa lalu. Kepergianku jangan kau sayangkan. Sayangkan hubungan yang telah kau rajut bersamanya kalau harus berakhir hanya karna wanita sepertiku.
Karna ketika ada orang lain yang kau izinkan masuk kedalam ranah asmaramu, kau sudah menyakiti salah satu dari mereka. Orang ketiga itu sebuah kesalahan. Dan aku tidak akan menjadi sebuah kesalahan. Karna itu aku memilih untuk menjaga jarak denganmu. Mengakhiri segala candu akan perhatianmu. Aku tidak akan berharap banyak. Bukankah semakin banyak harapan semakin banyak kecewa?
Aku tidak ingin menaruh hati ditempat yang salah lagi. Sebab nanti, ujungnya pasti kupatah hati. Lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar