Rabu, 14 Juni 2017

Peka Sahabatku.

Kau kurang peka temanku.
Yang kau cakap sahabat itu hanya sekadar pemanis ya?
Kalau kau sahabatku seharusnya kau lebih peka.
Bahwa ada hal yang belum kuceritakan sepenuhnya.
Aku bukan tidak ingin, aku ingin sekali. Tapi aku kalah pada keadaan, aku ditekan sebuah kenyataan.
Adalah sebuah ketidakmungkinan ku menyerah tanpa alasan.
Biar kuurus sendiri perkaranya.
Dimasa depan kan kubagi alurnya,
Bukan untuk membuatmu menerimaku saat ini,
Tapi ku tak ingin ada kecanggungan diantara kita.
Aku tak perlu simpati apalagi belas kasihan.
Kalian hanya perlu tau bahwa hal yang tak bisa kuceritakan bukan karna ku tak menganggap kalian sebagai sahabatku.
Sebab waktunya belum tepat.
Perkara ini jauh diluar kendali kita. Pelik.
Kalau alam mengutus kita untuk bersahabat, nanti kan kuceritakan perkara masa lalu.
Agar nanti kalian mengerti kenapa aku memilih menyerah sebelum berusaha.
Doakan saja semoga perkaraku cepat usai. Agar aku tak perlu mengarang alasan hanya untuk membuat kalian berhenti bertanya mengapa aku menyerah.
Kalau boleh aku mohon berhentilah bertanya. Aku lelah berbohong. Membohongi kalian itu menyakitkan.
Pun aku takut keadaan membuatku menghilang dari kalian hanya untuk menghindari sejuta pertanyaan apa perkaraku sampai sampai ku menyerah begini.
Aku perlu waktu.
Aku perlu ruang.
Kumohon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar