Minggu, 23 Oktober 2016

Puisi Literasi

Bacalah sebuah karya sastra, Sayang.
Menyelamlah di kedalamannya.
Ciptakan imajinasi setinggi-tingginya.
Lalu ceritakan pada seisi mayapada.
Karya sastra tercipta untuk dinikmati kita.

Gemakanlah!!
Gemakan...
Wahai anak-anak penerus bangsa.
Adik, kakak, dan para orang tua sekalian.

Bacalah..
Bacalah karya fiksi tentang kehidupan. Memang ada banyak derita di tiap-tiap alurnya. Tapi nanti kita kan dapat ambil pesannya, ambil moralnya.

Bacalahh wahai orang tua sekalian!!
Bacalah novel tentang cinta yang sederhana.
Menjelmalah jadi tokoh dalam alurnya
Tapi, jangan coba selama memorinya.
Jika dikau belum siap alami kelanjutannya.
Sebab cinta yang sederhana,
Belum tentu berakhir bahagia.

Boleh juga kau baca puisi,
Baca saja puisi tentang kerinduan.
Bagaimana sepi menyelinap dalam untaian sajak-sajak koyak.
Berharap hadirnya sang pujangga syair,
Menanti temannya yang lain.

Bacalah juga cerpen tentang persahabatan.
Temukan cinta yang lebih indah dari seorang manusia kepada sesamanya.
Lalu berilah cinta itu, pada sosok yang dikau beri gelar sahabat
Kemudian, berjanjilah untuk tetap setia.
Meski sirath jadi penghalang kesetiaan itu

Bacalah fiksi-fiksi yang kau gemari.
Sebab didalamnya,
Banyak moral kehidupan yang dapat kita rapal
Bacalah!!!
Bacalah....
Bacalah meski sedikit...
Meski karya sastra tinggal jejak tinta pudar,
Dikertas usang yang sudah koyak.
Tapi karya sastra tak akan pernah kehilangan makna..
Dari segala sendi kehidupan.
Bersama kita membaca..
Meluluhlantakkan cakrawala dunia.

Tangerang, 17 September 2016.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar