Rabu, 26 April 2017

Surat Untuk Malam

Malam,
Jika esok bukan waktu untuk bertemu dengannya,
Lantas kapan?
Aku takut waktu tak izinkan aku bertatap muka dengannya lagi.
Takut waktuku habis sebelum meninggalkan peluk hangat kerinduan didada bidangnya.

Kalau itu terjadi,
Bolehkah kupinta pertolonganmu?
Jangan biar anginmu menghempas terlalu kencang didekatnya.
Nanti dia gigil.
Biar rindu yang kau titip pada anginmu perlahan mengitari tubuhnya.
Semoga dia rasa,
Rindu bukan sekedar tamu.
Tapi ngilu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar