Pernahkah kalian berpikir bahwa akupun manusia?
Punya rasa takut dan trauma seperti kalian.
Tidakkah kalian ingin tanya padaku berapa usiaku saat ini?
Aku masih seorang anak yang baru tumbuh dewasa.
Jangan anggap aku tak ada.
Karna sebelum tamparanmu dipipi istrimu mendarat,
Aku tepat disampingmu.
Menutup telinga rapat rapat.
Gemetar tanganku ini.
Ketakutan.
Punya rasa takut dan trauma seperti kalian.
Tidakkah kalian ingin tanya padaku berapa usiaku saat ini?
Aku masih seorang anak yang baru tumbuh dewasa.
Jangan anggap aku tak ada.
Karna sebelum tamparanmu dipipi istrimu mendarat,
Aku tepat disampingmu.
Menutup telinga rapat rapat.
Gemetar tanganku ini.
Ketakutan.
Beberapa bulan lalu,
hanya dua meter jaraknya dari aku berdiam diri,
Piring-piring berterbangan dari rumah yang lain.
Teriakan perempuan oleh sebab badannya diinjak suami begitu nyaring ditelingaku.
Barang barang dilempar kesana kemari membuat riuh keadaan satu rumah.
Tapi aku bisa apa?
Menutup telinga rapat rapat.
Gemetar tanganku ini.
Ketakutan.
hanya dua meter jaraknya dari aku berdiam diri,
Piring-piring berterbangan dari rumah yang lain.
Teriakan perempuan oleh sebab badannya diinjak suami begitu nyaring ditelingaku.
Barang barang dilempar kesana kemari membuat riuh keadaan satu rumah.
Tapi aku bisa apa?
Menutup telinga rapat rapat.
Gemetar tanganku ini.
Ketakutan.
Terus ketakutan.
Aku selalu saja ketakutan.
Aku selalu saja ketakutan.
Kenapa selalu aku yang jadi saksi?
Seolah sengaja menggores trauma.
Seolah sengaja membiarkanku tenggelam dalam ketakutan.
Membiarkanku membenci sebuah pernikahan.
Seolah sengaja menggores trauma.
Seolah sengaja membiarkanku tenggelam dalam ketakutan.
Membiarkanku membenci sebuah pernikahan.
Kenapa?
Kenapa pertengkaran suami istri yang berujung perceraian aku yang menyaksikan?
Kenapa bukan orang lain?
Agar aku tak jatuh cinta?
Atau agar aku benci tentang pernikahan?
Kenapa bukan orang lain?
Agar aku tak jatuh cinta?
Atau agar aku benci tentang pernikahan?
Bolehkah sesekali kalian pertimbangkan?
Bertengkar adalah hak kalian.
Silahkan bertengkar sampai salah satu dari kalian mati.
Aku tidak peduli.
Tidak akan mau tau.
Tapi jangan didekatku.
Jangan sampai pertengkaran kalian buatku salah mengartikan sebuah pernikahan.
Bertengkar adalah hak kalian.
Silahkan bertengkar sampai salah satu dari kalian mati.
Aku tidak peduli.
Tidak akan mau tau.
Tapi jangan didekatku.
Jangan sampai pertengkaran kalian buatku salah mengartikan sebuah pernikahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar