Sabtu, 12 Mei 2018

sajak perpisahan

Hari telah berganti,
Kini kita tiba diujung perpisahan ini
Tapi tak usah bersedih hati,
Tak perlu jua ditangisi.
Sebab perpisahan ini tak abadi.
Hanya saja sekadar tak bersama lagi.
Coba tengok ke belakang sebentar.
Bersama kita bernostalgia ke masa lampau.
Sahabat, ingatkah kali pertama kita berjumpa?
Beragam dari kita terlahir dari sabang hingga merauke.
Dipertemukan disebuah tempat.
Menuntaskan dahaga akan ilmu.
Untuk menjadi generasi penerus bangsa.
Selama ini,
Perbedaan tak pernah kita pedulikan.
Karena kita adalah kawan tanpa persaingan.
Keluarga kedua dalam jalinan persahabatan.
Oya, ingatkah engkau?
Dulu, kita pernah menapaki jalan terjal,
Penuh batu juga ranjau.
Bahkan tak jarang kita tersandung dan jatuh.
Masalah seringkali datang silih berganti
Lika-liku sudah biasa kita lewati.
Tapi kita tak pernah goyah,
Karena kita saling menopang.
Perpisahan ini bagai kilat.
Waktu seolah berjalan lebih cepat.
Ternyata sudah tiga tahun terlewat.
Ah, rasanya baru kemarin ya?
Tapi hidup ini selalu punya dua hal.
Tanjakan dan turunan.
Pun pertemuan dan perpisahan.
Tak terasa..
Sudah tiga tahun,
Kita bersama arungi waktu dalam menimba ilmu..
Sampai akhirnya, hari ini...
Kita telah berada dipersimpangan.
Kita terus melangkah dan melangkah.
Tapi arahnya sudah berbeda, tak lagi sama.
Kita masih harus sama sama berjuang.
Ditempat yang berbeda, dengan teman yang berbeda pula.
Sahabatku..
Hari ini, perpisahan kan ku awali dengan sujumput peluk hangat seorang sahabat,
Dan kan di akhiri dengan sebentang rapalan doa dengan khidmat.
Semoga kita senantiasa bersuka cita dunia akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar