Betapapun kamu mencintai wanita lain, betapapun kamu enggan singgah terlebih tinggal, betapapun kamu toreh luka, betapapun sumber kesakitan hatiku adalah kamu, betapapun kuat usahaku lupakan kamu, betapapun perih melihat cumbuanmu padanya,
Aku tetap disini, seperti cicak. Enggan berpaling apalagi pergi. Kaki dan tanganku kau rantai dengan perhatian mu, hatiku terbelenggu, tapi mataku melihat kepalsuan yg kau cipta. Aksara mesra tentangku hanya buaian belaka. Tapi aku masih enggan berpaling. Berharap kau yang melepas rantai perhatian dan mengusirku pergi dari asmara masa lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar