Maka peluk aku sekali lagi.
Kuatkan aku lagi, vin.
Mereka tidak banyak mengerti.
Tapi aku paham, tak apa.
Mereka tidak harus mengerti.
Bahwa hadirmu saja aku masih pincang.
Bagaimana jika hari itu tidak ada kamu yang merangkul, tidak ada kamu yang menguatkan.
Empat tahun lalu mungkin aku sudah tidak punya eksistensi didunia.
Ada yang mengerti, ada yang tidak.
Tak apa.
Gasemua orang mentalnya sakit.
Aku ditambah parah dengan keadaan.
Jadi tidak semua orang bisa ngerti.
Aku kuat.
Aku berani.
Aku percaya diri.
Karna itu tamengku. Tanpa itu aku hanya puan menyedihkan.
Kalo aja waktu SMA ada helmi yang respon, atau malah rafa mungkin akan kucintai mereka dengan seluruh nyawa yang tersisa. Masalahnya tidak. Aku tidak punya siapa siapa.
Dan aku ketemu kamu vin. Ketemu satu satunya orang yang tidak mengenalku sama sekali tapi bersedia merangkulku.
Harusnya aku yang memelukmu dan mengatakan semua akan baik baik saja, tapi nyatanya saat itu hingga detik ini kamu yang terus memeluk dan mengatakan padaku bahwa semua akan baik baik saja.
Kalau manusia perlu bumi untuk berpijak.
Kamu adalah duniaku.
Kalau manusia butuh udara untuk bernapas.
Kamu adalah oksigenku.
Kalau manusia butuh makan untuk energinya.
Kamu adalah sumber kuatku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar