Senin, 16 Maret 2020

Pria lain yang kusayangi(1)

Aku pikir mencintaimu bukan lagi karna sebuah alasan.
Tapi karena sebuah kesamaan.
Yang ceritanya dipatahkan kehidupan.

Kita sama sama lahir diranjau paku.
Menyakitkan disetiap liku.
Ceritamu penuh duri, begitupun aku.
Kalau waktu itu kita sudah bertemu,
Mungkin kita bisa saling menguatkan.
Kita bisa saling mengisi kekosongan yang berlubang didada.
Tapi aku sudah bertemu tongkatku lebih dulu,
Yang menemaniku saat aku pincang.

Kamu tidak.
Sebab Tuhan tau kamu kuat.
Aku perlu devinku untuk sekedar berdiri dititik ini.
Tidak ada apa apanya dibanding kamu.

Kamu pernah bilang
"Aku melalui semuanya tidak mudah, hingga berdarah darah. Tapi aku bisa sampai dititik ini, Ternyata aku kuat juga"

Kamu tahu kenapa kamu yang melalui ini semua?
Karna Tuhan tau kamu bisa.
Bahumu semakin kuat.
Kakimu semakin kokoh.
Hatimu semakin tangguh.
Aku tau yang kau lalui,
Kamu hebat karna kamu sudah bisa membalaskannya.
Aku ingin kamu tau,
Aku akan ada disini.
Membantumu meraih gelarmu.
Membantumu memulihkan rasa sakit itu
Meski hanya perban yang kubalut.
Bukan menghilangkan permanen bekas luka didadamu.
Apalagi menghilangkan ingatan atas masa lalu yang membelenggu.

Aku ingin kamu tau,
Bahwa aku paham atas kekosongan itu
Paham atas luka yang menyiksamu
Karna meskipun alurnya berbeda,
Aku juga punya luka yang sama.
Kehidupan juga tidak manis padaku.

Kalau bukan senyum paradoks diwajah kita,
Lantas apa orang masih mengira kita hidup bahagia?
Aku berbeda. Kamu juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar