Waktu aku memilih meninggalkan kamu,
Rasanya berat banget.
Sakit banget.
Tapi aku mikir,
Kalo sebelum hadirmu aku pernah bahagia,
Kenapa sekarang ketika tanpamu harus penuh luka?
Apalagi ketika aku udah bener bener berhenti.
Kamu bilang ke dunia bahwa sebenarnya kamu sayang aku.
Bahwa sebenarnya perasaanku selama ini terbalas olehmu,
Hanya saja beberapa sikapku membuatmu akhirnya menjauh dengan sendirinya.
Padahal waktu itu,
Aku wanita yang mencintaimu.
Apapun yang kau katakan, pasti kudengar.
Apapun yang kau inginkan, aku lakukan.
Karna bagiku, mencintai memberi segala yang kamu ingin.
Mengasihi segala yang aku bisa.
Ada yang tak kau suka, katakan padaku.
Biar kuperbaiki.
Bukan katakan pada dunia,
Sementara aku tak tau apa apa.
Aku berfikir, haruskah aku menyesal?
Pergi sebelum waktunya?
Pergi sebelum kau sempat menyatakan rasamu?
Tapi aku sudah bertahan selama yang kamu mau.
Dua tahun bagiku, sudah cukup memberimu waktu.
Aku kehabisan sabarku, dan kamu kehabisan waktu.
Aku tidak boleh menyesal, kamu yang harusnya menyesal.
Dicintai segila aku mencintaimu,
Ta akan pernah lagi kau rasakan.
Kamu tidak lagi kan menemui perempuan segila aku?
Yang memperjuangkanmu segigih itu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar