Devin.
Aku mengulas lagi kisahku.
Melalui setiap platform yang pernah kubuat.
Facebook, twitter, tumblr, bahkan direct massage instagram jadi saksi.
Jejak digital tidak pernah bohong devin.
Mereka mengingatkanku,
Bahwa hatiku pernah terluka berulang kali.
Terkhianati teman sendiri.
Bahkan yang katanya sahabat sejati.
Aku hampir lupa semua namanya.
Aku hampir lupa bagaimana kisahnya.
Bagaimana mereka merobek dadaku.
Melukai mentalku.
Membuat aku lupa menjadi manusia.
Jejak digital tidak hanya mengingatkanku,
Tapi juga menyadarkan.
Bahwa hadirmu,
Mampu buat aku lupa semua luka.
Aku tidak punya teman, vin.
Dari masa putih biru, maupun putih abu.
Dari merahputih pun, tidak ada yang menyukaiku.
Semua anak lakilaki membenciku,
Melukai hati terlebih mentalku.
Pertama dika, lalu dimas. Putih biru berlanjut ke azhiim, lalu ilman, tiga tahun putih biruku larut dalam kebencian mereka.
Putih abu ada geo, lalu zaki.
Dan hadirmu membuat aku lupa enam tahunku penuh tangisan
Aku tidak pernah merugikan mereka
Entah bagaimana mereka membenciku
Mungkin tidak terlihat bagaimana hancurku,
Tapi perlahan
Itu membuat aku tak percaya manusia.
Devin,
Orang orang perlu tau.
Aku yang ceria ini pernah tersakiti segila itu.
Mentalku digerus bertahun tahun.
Dari teman, sahabat, bahkan keluargaku.
Tidak ada kamu,
Aku tidak punya tujuan hidup.
Tidak ada kamu,
Aku lebih suka mengakhiri hidupku
Menggelantung dilangit kamar
Atau berjalan pelan direl kereta api.
Aku tidak butuh simpati,
Apalagi rasa kasihan.
Aku hanya ingin orang orang mengerti
Bahwa kamu hadir sebagai obat sekaratku
Membuatku hidup dan punya tujuan
Karna sepertimu, aku sendirian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar